Bisma Leadership sepertinya sangat menarik ^_^
BISMA Leadership Camp 3 (2009/2010): Metamorfosis
Limapuluh orang mahasiswa KSE menjalani proses metamorfosis menjadi kupu-kupu dalam Program BISMA Leadership Camp 3 2009/2010 yang kembali diadakan di Wisma Indofood, Cibodas pada hari Senin hingga Sabtu (2-7 Agustus 2010). Berbeda dengan program BISMA 2 yang menitikberatkan pada kedisiplinan dan cinta tanah air, materi-materi dalam program BISMA 3 terfokus pada Pematangan Perilaku, Sikap dan Cara Berfikir melalui Proses.
Lihat juga: Galeri Foto
Memasuki tahap ketiga jumlah peserta program Beasiswa Indofood Sukses Makmur yang sebelumnya berjumlah 139 peserta tersaring menjadi 50 peserta. Para peserta ini terpilih berdasarkan keaktifan, kedisplinan serta bakat kepemimpinan yang baik sehingga lolos dalam seleksi. Dibantu oleh Harry Subagya dan Tim dari People Develope People (PDP) ke lima puluh peserta ini menjalani proses metamorfosis di mulai dari ulat kemudian menjadi kepompong sampai pada akhirnya menjadi kupu-kupu.
Setibanya peserta di Wisma Indofood pada hari Senin petang, para peserta lalu dibekali serangkaian sambutan. Diawali oleh Bapak Tatan Taufik selaku Ketua Yayasan KSE kemudian oleh Bapak Franciscus Welirang, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Penyerahan plakat dari Bapak Tatan kepada Bapak Franciscus menandakan dibukanya secara resmi program pelatihan BISMA Leadership Camp 3.
Sebagai persiapan untuk mengawali kegiatan keesokan paginya, Bapak Puthut (Trainer) membagi 50 peserta secara berpasang-pasangan dengan tujuan agar para peserta saling bertanggung jawab baik dalam keadaan susah maupun senang secara bersama-sama dengan pasangannya.
Selasa: Memulai Hidup & Kepribadian Baru
Untuk mengawali kegiatan seminggu ini, semua peserta diwajibkan menulis pada selembar kertas sifat-sifat buruk mereka untuk kemudian membuang kertas tersebut. Tentunya akan sangat sulit mengubah kebiasaan buruk ini, maka sebagai bentuk keseriusan Tim PDP memberikan Reward/Punishment bagi peserta yang mengalami perubahan baik (bintang) dan buruk (tengkorak).
Rabu: Menyelesaikan Masalah Secara Kreatif
Di bawah tekanan yang dilontarkan secara bertubi-tubi oleh para pembimbing, peserta dituntut untuk dapat menyelesaikan masalah secara kreatif, spontan dan cepat. Tidak ada cara yang benar dan salah dalam sesi pelatihan ini. Yang diutamakan adalah keberanian dan mampu mempertanggung jawabkan keputusan yang telah diambil.
Selama sehari penuh para peserta melakukan kegiatan di luar ruangan. Berbeda dengan kegiatan Outbound lainnya, kali ini bentuk-bentuk permainannya sangat menantang, kreatif dan dituntut kerjasama tim yang solid untuk bisa menyelesaikan permainan. Dalam setiap permainan terkandung makna yang dalam seperti menyusun strategi, ketangkasan, kekompakan, solidaritas serta kepercayaan antar anggota tim.
Setelah seharian penuh melakukan aktifitas di luar, malam harinya para peserta kembali mendapat pembekalan dari Bapak Satriadi Indarmawan, salah satu pendiri KSE. Motivasi yang beliau sampaikan melahirkan sebuah utang atau janji yang harus para peserta bayar dengan cara melakukan kontribusi untuk memajukan negeri.
Seperti hari sebelumnya, sesi hari inipun dilakukan di luar ruang. Bedanya, para peserta kini dituntut untuk belajar bertahan hidup (survival) tanpa mengandalkan fasilitas apapun (HP dan uang) selain KTP dan berpikir kreatif dalam menyelesaikan target yang diberikan oleh para pembimbing. Tim yang terbagi dalam 3 kelompok ini diwajibkan selama satu hari penuh menghasilkan uang minimal 500.000 rupiah. Caranya tergantung dari tiap-tiap tim. Banyak manfaat yang peserta dapatkan dalam sesi ini salah satunya adalah ternyata “banyak jalan menuju Roma”. Buktinya mereka mampu bahkan lebih dalam mencapai target yang diberikan.
Mengakhiri sesi pelatihan para Trainer memberikan kebebasan kepada peserta untuk membuat acara perpisahan sekreatif mungkin dengan menggunakan dana yang mereka hasilkan sehari sebelumnya.
Dengan dekorasi yang menarik ke 50 kupu-kupu ini melakukan sumbangsihnya kepada masyarakat sekitar yang sudah mengulurkan bantuan serta kepercayaan kepada mereka pada hari-hari sebelumnya. Para peserta juga meneguhkan tekad mereka untuk terus maju yang dituangkan dalam "Deklarasi Kupu-Kupu".
Semoga ini bukan hanya euforia sesaat. Selamat berkarya kupu-kupu!***


















