Prestasi sejatinya hanya ada dalam 'ide' kita, seperti kata David McClelland dimana sejatinya setiap orang hanya akan mampu berprestasi ketika dirinya merasa benar-benar membutuhkan sesuatu yang hendak di 'wujudkan'.
Tapi pretasi itu sejatinya memiliki dua makna yang sangat esensial, Pertama: prestasi akan memunculkan eksistensi diri yang nantinya akan mendorong setiap individu untuk lebih 'fokus' dan yakin akan apa yang dkerjakan, walaupun itu pada tataran 'teori' dan 'praktik'. Kedua: prestasi akan membantu orang lain. dalam pengertian ini adalah prestasi yang tampak pada kita akan memunculkan impuls pada orang lain untuk setidak-tidaknya melirik atau bahkan mengikuti apa yang kita lakukan (baik itu baik maupun buruk, selain itu pada hakikatnya berprestasi itu bukan untuk diri sendiri namun buat orang lain juga.
Akan tetapi, sejatinya sebelum melangkah pada tataran 'presatasi' itu sendiri idealnya setiap individu harus memiliki konsep 'kesadara diri' yang cukup mapan pada dirinya sendiri. Sehingga setiap orang akan mampu memilih sekaligus memilah apa yang menjadi "kebutuhan" atau cuman sekedar "keinginan" semata.
Dengan memahami konsep tersebut setidaknya akan meminimalisir tindakan yang kemudian disebut Karl Marx sebagai 'Falls Consiousne' atau manusia dengan kesadaran palsu. hal ini terjadi ketika manusia sebatas mengalir tanpa tahu dan kenginan untuk mengerti tentang siapa dirinya dan untuk apa dirinya.
Saya pikir itu lah sebuah gagasan ringan dalam melihat konsep 'PRESTASI' itu sendiri.
Terimakasih.
Hasan Setiawan
(Kandidat Guru Besar Fisipol-UGM)


















