JAKARTA, SENIN- Dua anak Indonesia meraih penghargaan UNICEF untuk Penulis Muda Indonesia 2008. Keduanya adalah Nurul Khusnul Khotimah (15), pelajar SMP Negeri 1 Bolo, Bima, Nusa Tenggara Barat dan Alfinda Agyputri (16) pelajar SMA Dian Harapan Jakarta.
Kepala Divisi Informasi Anak, Penelitian dan Pengembangan, Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia atau YKAI, Sondang K Susanne Siregar, Senin (7/7), mengatakan, kedua anak ini menerima penghargaan UNICEF setelah diseleksi dari 1.817 naskah remaja Indonesia dari seluruh provinsi kecuali Gorontalo. Kedua peneirma penghargaan ini memberi pandangan mengenai pentingnya kesadaran mencintai lingkungan hidup sejak usia dini serta memberikan gambaran peran-peran sederhana yang bisa dilakukan anak untuk menyelamatkan lingkungan. Selain dua penerima penghargaan UNICEF, ada 18 finalis lainnya yang karya tulis mereka terpilih sebagai naskah terbaik.
Menurut Susanne Siregar, YKAI mengajak para penulis muda berbakat ini mengikuti lokakarya penulisan kreatif untuk mendukung bakat mereka. Lokakarya diadakan selama lima hari sejak Jumat 4 Juli hingga Selasa 8 Juli besok.
Para penulis muda 2007 dan 2008 ynag berjumlah 40 orang ini dibekali dengan pengetahuan teori menulis yang kreatif. Mereka diajak ke sejumlah pulau di Kepulauan Seribu. Di Pulau Pramuka, mereka menanam pohon mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap penting menjaga kelestarian lingkungan. Di Pulau Kelapa, YKAI membuka Taman Bacaan "Sahabatku" sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan anak di Kepulauan Seribu.
YKAI juga memberikan pakaian dan alat sekolah kepada anak-anak di Pulau Kelapa Dua. Di Pulau Sepa, para penulis muda berbakat ini melakukan aktivitas pengembangan diri. Mereka melepas anak penyu sisik ke laut dengan meneriakkan harapan-harapan mereka terhadap pelestarian penyu sisik ini. Pengalaman itu kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan yang difasilitasi oleh dua jurnalis Kompas Robert Adhi Kusumaputra dan Indira Permanasari.
Acara hari Senin ini dihadiri pula oleh Staf Ahli Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Sosial Budaya dan Kemitraan Dr Henri Bastaman dan Ketua Umum YKAI Prof dr Lili I Rilantono MD serta Direktur Eksekutif YKAI Winarti Sukaesih.
Karya tulis para penulis muda ini membuktikan bahwa makin banyak anak Indonesia yang peduli pada lingkungan hidup. Mereka membentuk Komunitas Remaja Pena Anak Kreatif dan memiliki weblog http://bacatulisrenung.blogspot.com sebagai wadah kreasi para penulis muda tersebut.
Menurut Susanne, kegiatan ini akan digelar secara reguler setiap tahun mengingat tingginya minat anak Indonesia terhadap dunia menulis. "Cara damai untuk melakukan perubahan adalah melalui tulisan," kata Ketua Komunitas Remaja Pena Anak Kreatif, Raisa Aurora, pelajar SMAN 5 Bekasi.
Senin, 7 Juli 2008 | 19:18 WIB
Laporan wartawan Kompas R Adhi Kusumuaputra
http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/07/19182597/dua.anak.indonesia.me...






