![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Sebagai kelanjutan dari Program Wirausaha, Karya Salemba Empat bersama dengan Mien R Uno Foundation telah mengadakan Pelatihan Kewirausahaan pada hari Sabtu, 12 Desember 2009, dengan materi Korespondensi Bisnis dan Teknik Negosiasi.
Lihat juga Galeri Foto
Dalam acara yang diadakan di Ruang Sidang Lantai 6 Gedung Andi Hakim Nasution ini dibuka oleh Ketua Yayasan Karya Salemba Empat Bapak Tatan A Taufik, Direktur Eksekutif Mien R Uno Foundation Bapak Nanang B Suryanto dan Direktur CDA Institut Pertanian Bogor Bapak Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc., F.Trop.
Panelis: 091212-wira-363Dihadiri oleh lebih dari 60 orang mahasiswa peserta program wirausaha KSE dari IPB, UI, ITS, UNPAD juga mahasiswa tamu dari Universitas Paramadina serta pembicara-pembicara tamu, yaitu Bapak Sujarwo dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk. dan Bapak Iim Rosyamsi dari Komunitas Tangan Di Atas (TDA).
Bapak Sujarwo: 091212-wira-391Sesi pertama dibawakan oleh Bapak Sujarwo yang membagikan materi Business Negotiation Skills. Dalam materi ini beliau menekankan beberapa hal yang harus diingat pada saat negosiasi, salah satunya adalah: Selalu melakukan persiapan walaupun kita sudah sangat menguasai apa yang akan kita negosiasikan, untuk menghadapi jika ada serangan balik dari lawan negosiasi kita yang tidak kita duga.
Kemudian hal lain lagi yang harus diingat sebelum negosiasi adalah: Kenali karakter lawan. Sebelum bertemu untuk negosiasi, pelajari dulu kekuatan lawan, supaya kita bisa menyesuaikan cara negosiasi kita dengan karakter lawan kita. Dan yang tak kalah penting adalah: Sejak awal sudah menunjukkan mental pemenang. Bukan mental sok jagoan, tetapi juga jangan menunjukkan sikap minder. Yakin, percaya diri dan kuasai apa yang akan diperjuangkan.
Tim TDA: 091212-wira-404Sesi kedua diisi dengan materi tentang Korespondensi Bisnis dengan pembicara Bapak Iim Rosyamsi. Di sini dibagikan strategi dalam menulis surat seperti surat penawaran dan lain-lain. Intinya ada 2 hal yang ditekankan di sini yaitu hitline yaitu kata-kata yang akan membuat orang menjadi tertarik dengan korespondensi yang kita tawarkan, juga ketelitian dalam penulisan surat. Hal-hal kecil dalam korespondensi yang kadang terlewat bisa mencerminkan image dari usaha yang sedang ingin kita tawarkan.
Sesi ditutup dengan pembagian kelompok yang membentuk mastermind, sebagai kelompok usaha di mana mereka bisa berkumpul untuk berdiskusi seputar usaha yang sedang ingin mereka jalani. Sukses terus wirausahawan muda Indonesia.***