Sinergi Dunia Usaha dan Pendidikan
Banyak teori yang bercerita tentang bagaimana mencetak calon pemimpin. Salah satunya, untuk menjadi pemimpin masa depan, seseorang tidak perlu lahir dengan jiwa kepemimpinan. Sebab jiwa kepemimpinan itu bisa dibentuk melalui pelatihan-pelatihan atau pengalaman di sekitarnya.
Pemimpin tanpa pendidikan adalah omong kosong. Itulah sebabnya memajukan dunia pendidikan menjadi tanggungjawab semua pihak. Tidak hanya pemerintah dan masyarakat, melainkan juga dunia usaha. Sinergi perusahaan dan dunia pendidikan sangat penting untuk mencetak calon-calon pemimpin masa depan.
Sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, saat ini banyak perusahaan yang mengembangkan kegiatan tanggung jawab sosialnya (corporate social responsibility/CSR) dalam bidang pendidikan. Termasuk perusahaan di bidang perbankan, seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BCA).
Komitmen BCA untuk memajukan dunia pendidikan dibuktikan dengan menjadi donatur salah satu yayasan. "Sejak lama BCA peduli dengan dunia pendidikan. Salah satunya menjadi donatur di Yayasan Karya Salemba Empat (KSE)," kata Raymon Yonari, Corporate Secretary BCA di sela acara penghargaan KSE terhadap 6 mahasiswa berprestasi dan laporan keuangan KSE tahun 2009.
Ketua Dewan Pembina KSE, Mirza Adityaswara dalam sambutanya di acara KSE itu, mengungkapkan, hanya dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang baguslah, negara kita bisa maju. Untuk itu, pihaknya tidak segan-segan merangkul semua pihak terkait untuk berkontribusi terhadap Indonesia.
Yayasan KSE didirikan oleh alumni mahasiswa FE Universitas Indonesia tahun 1995. Visinya memberikan bantuan finansial kepada mahasiswa untuk menyelesaikan kuliah. Yayasan yang bermottokan ‘Satukan Hati Majukan Negeri’ ini bergerak di bidang pendidikan dengan menyalurkan beasiswa reguler, beasiswa prestasi akademik, beasiswa SPP, beasiswa manajemen development program, beasiswa skripsi dan beasiswa wirausaha.
Saat ini KSE menyalurkan beasiswa untuk 7 universitas: Universitas Indonesia – Jakarta, Institut Pertanian Bogor – Bogor, Universitas Andalas – Padang, Institut Teknologi Sepuluh Nopember – Surabaya, Universitas Padjadjaran – Bandung, Universitas Gadjah Mada – Yogyakarta dan Institut Teknologi Bandung – Bandung.
Bagaimana proses seleksi penerima beasiswa? "Calon cukup mengirimkan aplikasi dengan latar belakang pendidikan, prestasi akademi, surat keterangan tidak mampu keluarga, serta rekomendasi dari masing-masing universitas," Satriadi Indarmawan, Ketua Dewan Pengurus KSE, menguraikan.
Nah, syarat-syarat yang mesti dipenuhi calon antara lain; mahasiswa harus aktif di kampus, indeks prestasi kumulatif (IPK) di atas 3, adanya kebutuhan finansial, dan telah duduk di bangku kuliah satu tahun (dua semester). Ada pun besarnya besaiswa itu tiap orang rata-rata Rp 400 ribu/bulan selama 12 bulan (khusus Jakarta Rp 500 ribu/bulan).
Menariknya, hingga kini KSE telah menyalurkan beasiswa untuk 3000 mahasiswa. "Padahal, awalnya tahun 1995 kami mulai dengan memberi beasiswa untuk tiga mahasiswa kurang mampu," tambah Satriadi. Hingga akhir tahun 2010 ditargetkan ada 1500 mahasiswa yang dibantu dengan total dana Rp 9,5 miliar yang akan disalurkan.
Penerima beasiswa memuji kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan lewat aktivitas CSR. "Kami ucapkan terima kasih kepada para donatur atas bantuannya terhadap kami," ucap M.Faisol Anwar, mahasiswa semester VI Jurusan Teknik Kimia, ITS, Surabaya.


















