First of all, Selamat yaa buat ka Zalfikar..
dari kulit pisang, bisa jadi energi listrik.. hebat euy!
ga salah klo KSE menobatkan ka Zulfikar sbg mapres KSE 2009.dan ternyata kk juga udh byk menang lomba2
btw blh share tips n trick biar bisa memunculkan ide dan bagaimana langkah mengembangkan ide tersebut??
terima kasih..
Zulfikar, Sulap Kulit Pisang jadi Energi Listrik
Anak jati Riau kembali meraih prestasi gemilang pada ajang kompetisi ilmiah bergengsi tingkat nasional. Zulfikar, alumnus SMA Negeri Plus Provinsi Riau, putera asli daerah Sei Apit, Kampar yang kini tengah menempuh studi di Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, sukses menyabet juara I Lomba Inovasi Teknologi Lingkungan (LITL) tingkat nasional 2009. Asal tau aja, lomba ini diikuti para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di negeri kita. Wow, keren kan!
Pisang. Kalian pasti udah pada tahu buah sarat karbohidrat satu ini bukan? Nah, bagi Zulfikar, pisang juga punya arti khusus. Bukan karena doski doyan pisang, tapi pisanglah yang menjadi sumber inspirasi cowok kelahiran Sungai Apit, 21 Maret 1987 ini saat menulis karya ilmiahnya yang menjadi jawara pada iven LITL 2009.
“Pisang sangat berlimpah di negara kita. Saya berpikir, bagaimana kalau kulit pisang yang selama ini menjadi limbah bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat,” katanya kepada Xpresi via telepon seluler.
Doski bercerita, awalnya doski terinspirasi saat membaca sebuah artikel di internet, kalo Jepang udah mengembangkan pengolahan gula menjadi sumber energi yang bernama bio batray. Tapi doski berpikir, kalo ini diterapkan di Indonesia tentu akan sulit. Karena gula juga merupakan bahan pangan penting di negara kita.
Lalu bak pucuk dicinta ulam tiba, doski membaca sebuah artikel yang mengungkapkan, kulit pisang memiliki kadar glukosa 18,5 persen. Jadi, kulit pisang bagus diolah menjadi etanol yang bisa digunakan sebagai bahan bakar.
“Dari sana saya punya ide membuat penelitian bagaimana mengolah kulit pisang menjadi sumber energi baru,” katanya.
Ide itu diwujudkannya bersama teman-temannya. Dari hari ke hari dan bulan ke bulan, mereka dengan tekun berurusan dengan berkilo-kilo kulit pisang.
“Untung saja, yang kami perlukan untuk penelitian ini kulit pisangnya saja. Jadi buah pisangnya bisa saya makan dengan teman-teman hehehe,” ujar Zulfikar.
Usaha mereka berbuah manis. Terciptalah sebuah alat yang mereka ber nama banana natural energizer alias Ba-na Gyzer. Alat ini menggunakan larutan asam asetat hasil fermentasi dari limbah kulit pisang tadi untuk kemudian dijadikan larutan elektrolit pada sel volta yang terdapat dalam komponen alat tersebut. Nah nantinya dari situ akan muncul tegangan listrik yang bisa dijadikan penjebak hama tanaman di lahan pertanian (light trap). Hebat ya!
“Alat kami ini bisa membuat petani mengurangi pemakaian pestisida, jadi sangat ramah lingkungan lho. Selain itu, limbah ampas kulit pisangnya dapat dijadikan pupuk oleh petani,” kata Zulfikar yang fasih berbahasa Inggris dan Melayu ini bangga.
Beasiswa Dihentikan
Selain berbagai kesuksesan yang diraihnya, Zulfikar rupanya punya satu kerinduan yang terpendam. Doski kangen dengan kampung halamannya, Air Tiris, Kampar.
“Sudah satu setengah tahun nggak bisa pulang. Saya kangen kampung saya, kangen rumah saya,” katanya lagi.
Sejak lulus dari SMP Negeri 1 Kampar, doski melanjutkan ke SMAN Plus Riau di Pekanbaru. Lalu lulus pada Program Kemitraan Putra Daerah gelaran Dinas Pendidikan Provinsi Riau, doski bisa masuk kampus idamannya, ITS Surabaya.
Satu tahun di Kota Buaya, doski bahkan mendapat beasiswa dari Pemprov Riau. Tapi sayang, beasiswa itu hanya bisa dinikmatinya satu tahun.
“Saya berterima kasih sekali kepada Pemprov Riau yang telah memberi kami beasiswa. Tapi saya berharap, beasiswa itu bukan untuk satu tahun saja. Karena saya lihat, teman-teman dari daerah lain bahkan diberikan beasiswa oleh pemerintah daerahnya hingga sarjana. Dan saya yakin Pemprov Riau pun mampu untuk itu,” ujar cowok yang indeks prestasi kumulatif (IPK)-nya saat ini mencapai 3,53 ini.
Dia bercerita, kuliah di daerah nan jauh dari kampung halaman tentu nggak cuma menguras mental, energi, dan tentu biaya. Tapi semua ini dijalaninya dengan penuh semangat, demi masa depan dan nama besar Bumi Lancang Kuning.
“Semoga prestasi yang saya dapatkan ini bisa membuka hati para pejabat yang berwenang di Propinsi Riau terutama Gubernur Riau untuk membantu para mahasiswa berprestasi yang lemah secara finansial. Mungkin saya rasa masih banyak mahasiswa Riau berprestasi lainnya juga merasakan kesulitan yang sama tanpa adanya beasiswa dari daerah,” harap Zulfikar yang sewaktu di SMAN Plus menjabat sebagai Ketua Karya Ilmiah Remaja (KIR).
Di akhir wawancara, Zulfikar menitip salam hormat dan terima kasihnya kepada orang tua dan guru-guru yang telah menjadi sumber semangatnya untuk berprestasi.
“Tolong sampaikan salam saya dari seberang pulau ini ya Xpresi. Saya berharap adik-adik saya di Riau bisa
Profil
Nama: Zulfikar
TTL: Sungai Apit (Riau), 21 Maret 1987
e-mail: fikar_greenman@yahoo.co.id
Hobi: Baca, jalan-jalan, berenang
Nama Ortu: Amir Ali dan Lismawati
Prestasi Zulfikar:
- Mahasiswa Berprestasi Nasional 2009 dari Yayasan Karya Salemba Empat
- Juara I Nasional Lomba Inovasi Teknologi Lingkungan (LITL) 2009 antar Perguruan Tinggi se-Indonesia (2009)
- Juara II Nasional Lomba Alternative Energy Competition (AEC) 2009 antar Perguruan Tinggi se-Indonesia (2009)
- Juara III Nasional Lomba Cipta Bahari Indonesia 2009 antar Perguruan Tinggi se-Indonesia (2009)
- Mahasiswa Berprestasi ITS Surabaya tahun 2009
- Juara II Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia ITS Bidang IPS (2009)
- Juara III Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (LKTM) tingkat ITS bidang IPA, 2007
- Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (LKTM) mahasiswa baru tingkat ITS untuk kategori IPA, 2007
- Juara II Lomba Karya Ilmiah Remaja (KIR) se-Riau tentang lingkungan hidup sedunia di Propinsi Riau oleh Bapedalda Propinsi Riau
keren ide untuk membuat sumber energi dari kulit pisang ini, kemarin waktu PIMITS thn 2009 alat ini di pamerkan distan tekim dan saya sempat bertanya seputar alat ini,memang benar-benar efisien dan bermanfaat,,salud dech buat mas zulfikar...
salam semangat bwat zulfikar, semoga semakin sukses.
klw boleh nanya gmana menjadikan semangat menjadi nyata?
klw s4 jawab aja ke email ane
trims
salam


















